2019, Kasus Kejahatan Di Kalbar Turun 16,55 Persen

Menutup tahun 2019, Polda Kalbar melaksanakan konferensi pers (konpers) akhir tahun yang digelar di Balai Kemitraan Polda Kalbar, Selasa (31/12) akhir tahun lalu.


Tampak hadir jajaran Forkopimda Provinsi Kalbar seperti Gubernur Kalbar Sutarmidji, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. Para tokoh tokoh agama, tokoh masyarakat dan media massa juga turut di undang Polda Kalbar.

Kapolda Kalbar Irjen Pol. Didi Haryono memimpin langsung pelaksanaan konferensi pers. Ia mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini sebagai wujud pertanggungjawaban kepada publik terhadap kinerja Polda Kalbar sepanjang tahun 2019.

Selain menjelaskan mengenai program kerja, Kapolda Kalbar mengungkapan beberapa data baik dari bidang pembinaan personel atau penegakan hukum selama tahun 2019.

"Jumlah total kejahatan di tahun 2018 sebanyak 5.932 kasus, sedangkan di tahun 2019 sebanyak 4.950 kasus. Artinya tingkat kejahatan di kalbar turun 16,55 persen selama tahun 2019," ungkapnya.

Ia melanjutkan, jumlah penyelesaian kasus oleh Polda Kalbar dan jajaran di tahun 2018 sebanyak 4.759 kasus atau 80,22 persen, sedangkan sepanjang tahun 2019, presentase penyelesaian kasusnya sebanyak 4.360 kasus atau 88,08 persen. Artinya kinerja penyelesaian kasus di tahun 2019 ini meningkat 7,86 persen jika dibanding dengan tahun 2018.

Untuk jenis kejahatan konvensional di tahun 2018 terdapat sebanyak 4.623 kasus; sedangkan di tahun 2019 terdapat 3.592 kasus; mengalami penurunan 1.031 kasus atau setara 22,3 persen.

Untuk jenis kejahatan transnasional di tahun 2018 terdapat sebanyak 724 kasus; sedangkan di tahun 2019 terdapat 762 kasus; mengalami peningkatan 38 kasus atau setara 5,2 persen.

Untuk jenis kejahatan terhadap kekayaan negara di tahun 2018 terdapat sebanyak 556 kasus; sedangkan di tahun 2019 terdapat 526 kasus, mengalami penurunan 30 kasus atau setara 5,4 persen. Untuk jenis kejahatan kontijensi di tahun 2018 terdapat sebanyak 29 kasus; sedangkan di tahun 2019 terdapat 70 kasus; mengalami peningkatan sebanyak 41 kasus.