Haul Akbar Yang Digelar Istana Kadriyah Batal Dilaksanakan Secara Terbuka

Sultan Pontianak IX, Sultan Syarif Machmud Melvin Al Kadrie, SH menyampaikan permohonan maaf kepada segenap Habaib, Ulama, para tokoh agama, tokoh masyakat, ormas serta segenap umat muslim. Permintaan maaf tersebut terkait acara Haul Sultan Pontianak VII, Sultan Hamid II dan Sultan Pontianak VIII, Sultan Syarif Abu Bakar Al Kadrie tidak dapat dilaksanakan secara terbuka (akbar).


"Acara Haul yang dilaksanakan pada Selasa (31/3) tidak kami laksanakan secara terbuka (akbar). Hal ini demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 maka yang mana menurut Kemenkes Kota Pontianak ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal, dimana penyebaran virus tidak lagi dari warga luar Kalbar, tetapi sudah dari warga ke warga lokal" jelas Sultan Melvin, Jum'at (27/3).

Lanjut Sultan Melvin katakan, semoga wabah ini segera berakhir, mengingat tidk lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan.

"Mari kita bersama-sama berdoa semoga pandemi covid 19 ini cepat berakhir. Di bulan Ramadhan kita akan melaksanakan sholat tarawih, sedanngkan saat ini MUI sudah mengeluarkan tausiyah/fatwa agar tidak melaksanakan sholat berjamaah di masjid," tambahnya.

Akhirnya Sultan Melvin mengajak segenap masyarakat Pontianak, Kalbar umumnya agar bersama-sama memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19.