Sultan Pontianak IX Akan Tuntut Penghina Sultan Hamid II

Sultan Pontianak IX, Syarif Machmud Melvin Al Kadrie, SH mengadakan pertemuan di Istana Kadriyah, Jum'at (19/6).


Pertemuan yang digelar terkait penghinaan terhadap Sultan Hamid II serta menyerap segala aspirasi dan masukan menyikapi situasi yang berkembang saat ini, dan dihadiri oleh segenap lembaga, ormas yang ada di Kalimantan Barat.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Raja Tayan, Raja Kubu, Ketua Yayasan Sultan Hamid II, Ketua Rabitha Alawiyah dan segenap ulama. tokoh agama dan tokoh masyarakat serta ratusan masyarakat memadati Istana Kesultanan Kadriyah Pontianak.

Dalam sambutannya Sultan Melvin menyatakan ketidak terimaan beliau terhadap penghinaan kepada Sultan Hamid II yang dilakukan oleh Hendropriyono, yang juga dilakukan oleh Abu Janda, dan pemilik akun YouTube yang mengupload video hinaan tersebut.

Sultan Melvin angkat suara menyikapi tudingan atas pernyataan Hendropriyono yang telah mencemarkan nama Sultan Hamid II maupun keluarga kesultanan Pontianak. Ia pun berencana melaporkan pernyataan atau opini AM Hendropriyono yang menyebutkan ras dan Sultan Hamid II, kakek beliau tak layak diberi gelar pahlawan nasional karena merupakan seorang pengkhianat, kepada aparat kepolisian.

"Saya mengambil sikap dalam waktu dekat, marwah dari pada kakek saya, setelah malam ini kita bertemu Insya Allah berikutnya saya akan mengambil langkah hukum, yaitu membuat laporan ke polisi, langkah kedua membuat somasi kepada AM Hendropriyono itu sendiri," tegas Sultan Melvin kepada hadirin di Istana Kadriyah Pontianak.

Ketua Yayasan Sultan Hamid II, Anshari Dimyati memaparkan tentang sosialisasi pihak yayasan tentang Sultan Hamid II, termasuk pengajuan sebagai Pahlawan Nasional dan terjadi penolakan.

Semua yang hadir mengecam apa yang dikatakan Hendropriyono di dalam videonya.

Sultan Melvin juga mengatakan, pernyataan ini dinilai menjadi isu liar dan telah ditanggapi dengan beragam orang yang tidak tahu menahu sejarah, dan selama ini dinilai terkesan 'kebal hukum'.

Karena itu, melalui kuasa hukumnya, pemulihan nama baik Sultan Hamid II harus segera dilakukan dan sejarah bangsa ini perlu ditelusuri. Sultan Hamid II telah berjasa yang sejajar dengan tokoh pahlawan perjuangan nasional lainnya, terlebih Sultan Pontianak VII ini adalah perancang lambang negara, yang seharusnya layak mendapatkan gelar "Pahlawan Nasional".

Setelah langkah ini dilakukan lakukan, lanjut dikatakan Sultan Melvin bahwa ia akan menyurati Presiden Jokowi secara terbuka, supaya semua masyarakat mengetahui sikap tegas kami atas pernyataan yang menyudutkan Sultan Hamid II.

"Saya minta semua masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apapun terhadap pernyataan Hendropriyono yang telah viral ini," ucapnya.

Sebagai Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin meminta kepolisian menyikapi serius persoalan ini. Ia juga meminta masyarakat tidak emosi, dan tetap terus mengawal dan mengawasi sejauh mana proses yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum.

"Ini demi mengembalikan Marwah Kesultanan Pontianak. Selain Hendropriyono, Abu Janda, pemilik akun penyebar video ini juga harus segera diproses hukum karena telah menghina dan menghujat Sultan Hamid II, karena Sultan Hamid II bukan saja milik keluarga Kesultanan Pontianak, melainkan milik masyarakat Kalimantan Barat, dan juga Indonesia," tegasnya.