Ungkap Jaringan Antar Provinsi, Sekda Yusran Apresiasi BNN Kubu Raya

Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam mengapresiasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kubu Raya yang berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika jalur antar provinsi di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Pengungkapan tersebut berlangsung di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Trans Kalimantan Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, pada Jumat 21 Agustus lalu.


“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kubu Raya kami mengapresiasi kinerja dari aparat kepolisian bersama BNNK Kubu Raya dan BNNP Kalbar serta peran aktif masyarakat secara kepung bakul dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika ini,” ujarnya saat menghadiri konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika di kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kubu Raya, Jumat (4/9).

Yusran mengatakan kerja keras anggota BNN bersama aparat penegak hukum lainnya berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 408,4 gram dan dua orang tersangka. Hal itu menurutnya merupakan prestasi yang patut mendapatkan apresiasi.

“Mudah-mudahan ke depannya kasus serupa tidak terjadi lagi di Kabupaten Kubu Raya dan Kalimantan Barat pada umumnya. Harapan kita agar semua masyarakat bisa terhindar dari peredaran gelap narkotika. Mengingat dampak narkotika sangat luar biasa,” ucapnya.

Ia menuturkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendukung penuh upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Selama ini pemerintah kabupaten terus berkoordinasi dengan BNNK dan jajaran kepolisian termasuk berbagai elemen masyarakat. Memberantas kejahatan narkotika, menurutnya, butuh kerja sama semua pihak. Karena jaringan pelaku yang sangat luas dan besar sehingga diperlukan kerja sama dan kerja keras semua pihak.

“Kita berharap kedua tersangka lainnya yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) bisa secepatnya tertangkap. Sehingga dapat mengungkap aktor utama jaringan peredaran gelap narkotika antar provinsi ini dan memutus mata rantai jaringan narkotika ini,” harapnya.

Pemusnahan barang bukti dan dihadirkan kedua tersangka jaringan peredaran gelap narkotika antar provinsi diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak. Yusran Anizam berharap tidak ada warga Kubu Raya yang terlibat dalam peredaran gelap nakotika.

Foto/Prokopim

“Semoga semua masyarakat Kubu Raya dan Kalimantan Barat pada umumnya bisa sama-sama memberantas jaringan peredaran gelap narkotika antar provinsi ini. Karena semua kita tidak menginginkan ada warga kita yang terlibat dari kasus ini. Mari bersama-sama berantas dan katakan tidak pada narkotika,” ajaknya.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kubu Raya memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak empat bungkus ukuran sedang dengan berat bruto sekitar 408,4 gram. Barang bukti tersebut hasil dari pengungkapan jaringan antar provinsi yang bertransaksi di sekitar Rumah makan Umi di Desa Jawa Tengah Jalan Trans Kalimantan Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya. Dua tersangka ditangkap dalam pengungkapan tersebut.

Pemusnahan barang bukti berlangsung pukul 09.10 di halaman Kantor BNNK Kubu Raya. Selain Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, turut hadir perwakilan BNNP Kalimantan Barat, Pengadilan Negeri Mempawah, Kejaksaan Negeri Mempawah, Polres Kubu Raya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, dan Kepala BPOM Pontianak. Sebelum pemusnahan, dilakukan pengujian guna memastikan barang bukti positif mengandung metamfetamine.

Kepala BNN Kabupaten Kubu Raya Rudolf Manimbun mengatakan pemusnahan barang bukti merupakan tindak lanjut dari penangkapan yang telah dilakukan. Pengungkapan sendiri terjadi melalui kerja sama BNNK Kubu Raya dengan tim BNN Provinsi Kalimantan Barat.

Ia mengungkapkan penangkapan berawal dari adanya informasi warga bahwa akan terjadi transaksi narkotika jenis sabu yang dilakukan seorang lelaki dari Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah yang akan menuju Sungai Ambawang.

Tim gabungan BNNK dan BNNP kemudian melakukan penyelidikan di jalur masuk yaitu Jalan Trans Kalimantan Sungai Ambawang pada Rabu 19 Agustus. Setelah pengintaian selama dua hari, pada Jumat 21 Agustus kedua tersangka berhasil ditangkap di Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang.

“Kedua orang ditangkap dan diamankan dengan disaksikan masyarakat umum setempat,” ujar Rudolf.

Ia menuturkan tim kemudian melakukan penggeledahan dan pencarian barang bukti narkotika. Barang bukti yang sempat dibuang kemudian ditemukan, yakni empat bungkus plastik klip sedang yang berisi butiran Kristal putih bening diduga narkotika jenis sabu.

“Saat barang bukti kami temukan, tersangka Agung mengakui telah membuang barang bukti karena diperintahkan rekannya Agus pada saat mendengar tembakan peringatan dari tim. Pengakuan Agung itu didengarkan langsung masyarakat yang menyaksikan jalannya penangkapan dan penggeladahan terhadap Agus dan Agung,” tuturnya.