Terkait Jembatan Belitang, Ini Penjelasan Kadis PUPR

Jembatan sungai Belitang, Kecamatan Sepuak/RMOLKalbar
Jembatan sungai Belitang, Kecamatan Sepuak/RMOLKalbar

Berkali- kali dilakukan tender, bahkan dua kali ulang, akhirnya pekerjaan jembatan sungai Belitang kecamatan Sepuak diadakan Penunjukan Langsung (PL) oleh Penguna Anggaran (PA) kepada CV.Delta Khatulistiwa mendapat tangapan beragam dari sejumlah kalangan. Pasalnya PL yang lakukan oleh dinas terkait jembatan Sungai Belitang di nilai kurang tepat.


Seperti yang dikatakan oleh Jonveri, salah satu tokoh pemuda kabupaten Sekadau,Ia mempertanyakan apa dasar hukumnya sehinga kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten Sekadau Ahmad Suryadi menunjuk langsung pihak ketiga pengerjaan proyek jembatan tersebut dengan pagu dana Rp. 687 juta.

Berdasarkan Perpres nomor 16 tahun 2018 sesuai ayat 51 jika terjadi gagal lelang sebanyak tiga kali baru PA bisa melakukan PL, nah terkait proyek tersebut sudah berapa kali lelang. Ini yang kita pertanyakan.

"Andaikan tidak ada pemenang,dan semua peserta lelang tidak lolos kualisifikasi rasanya tidak mungkin, kalau memang tidak ada regulasinya Kadis PU sepertinya berani pasang badan terkait PL pembangunan jembatan tersebut," kata Jonveri menpertanyakan

Sementara itu di komfirmasi kepada kepala dinas PUPR, mengatakan, ketika dilakukan lelang terhadap proyek tersebut selalu kurang peminat, bahkan perusahan yang melakukan penawaran tetap perusahan yang sama. Lagi pula dua perusahaan peserta semuanya secara teknik kurang memenuhi syarat.

"Atas dasar itu mengingat efeisiensi waktu akhirnya PA melakukan PL kepada CV. Delta Khatulistiwa," katanya kepada awak media, Selasa (27/10)

Hal ini sesuai dengan Perpres nomor 16 tahun 2018 pasal 9 ayat 51.

"Dalam pasal tersebut berbunyi demikian bahwa Penguna Anggaran (PA) boleh melakukan penunjukan langsung, jika waktu mepet untuk melakukan lelang kembali," katanya.

Menurut dia, dirinya melakukan PL atas dasar Perpres nomor 16 tahun 2018 pasal 51 ayat 1 huruf a dan ayat 5 huruf b.

Tentang prakualifikasi gagal dalam:

a.setelah pemberian waktu perpanjangan tidak ada peserta yang menyampaikan  dokumen kualifikasi ;atau

b.jumlah peserta yang lulus kualifikasi kurang dari tiga peserta.

 Maka pada Ayat 5 hurup 

c. Setelah kualifikasi ulang jumlah peserta yang lulus 1(satu) peserta, dilanjutkan dengan proses penunjukan langsung.

"Kita sudah sesuai dengan aturan, karna dua dilakukan tender hanya dua perusahaan yang melakukan penawaran, dari dua perusahaan tersebut semuanya tidak di luluskan, sehinga kami melakukan Penunjukan Langsung," kata Ahmad.

Di komfirmasi melalui pesan   Whatsap kepada Handayani kepala bagian pengadaan barang dan Jasa kabupaten Sekadau ia mengatakan, terkait hal ini masalah teknis, sebaiknya langsung ke dinas saja.

"Masalah teknis pekerjaan di lapangan langsung ke dinas aja," tutupnya.