Menko Airlangga: Dengan Gas Dan Rem Seimbang, Pemulihan Ekonomi Indonesia Sudah Jalur Yang Tepat

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, upaya penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional telah berada di jalur yang tepat. Membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III menjadi indikatornya.


Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu menambahkan, pemerintah sudah berada pada track yang benar dengan gas dan rem yang seimbang. 

“Apa yang dilakukan pemerintah, seluruhnya sudah berada pada jalur yang benar. Kita melihat, baik penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, dilakukan dengan gas dan rem yang seimbang,” ujar Airlangga dalam keterangannya, seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/11).

Airlangga menambahkan, salah satu indikasinya terlihat dari keberhasilan pemerintah memperbaiki pertumbuhan ekonomi di kuartal III.

Meskipun masih tercatat minus 3,49 persen, namun angka pertumbuhan itu lebih baik, naik dibanding pertumbuhan di kuartal II yang mencapai minus 5,05 persen. Airlangga menyebut, data ini menunjukkan, perekonomian Indonesia sudah melewati rock bottom atau titik terendahnya.

“Pengungkitnya adalah pertanian, selalu positif, tetapi pengungkit terbesar karena kontribusi terhadap PDB nya 19,86 persen sektor industri,” kata Airlangga.

Indikasi perbaikan juga terlihat pada sejumlah indikator ekonomi, seperti purchasing managers index (PMI), indeks keyakinan konsumen (IKK), indeks penjualan ritel, dan surplus neraca perdagangan.

Sementara dari segi lapangan usaha, sektor yang terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat di tengah pandemi mampu menunjukan pertumbuhan positif.

Sektor tersebut antara lain sektor jasa kesehatan, informasi dan komunikasi, pengadaan air, pertanian, tanaman pangan, serta kimia dan farmasi.

“Berbagai indikator sudah menunjukkan bahwa Indonesia sudah dalam taraf recovery. Dan ini mendukung underline dari pada sektor bahwa pemulihan ini sudah berada pada track pemulihan yang benar,” jelasnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 bisa tumbuh sebesar 5 persen.

"Kita melihat ke depan di tahun 2021, pertumbuhan kita akan mencapai seperti apa yang disampaikan oleh world bank, ADB, IMF pertumbuhan kita diperkirakan sekitar 5 persen," imbuhnya.

Di samping itu, realisasi program KPC-PEN hingga 2 November telah tersalurkan sebesar Rp 366,86 triliun atau 52,8 persen dari total pagu anggaran yang disiapkan, yakni sebesar Rp 695,2 triliun.

Dengan demikian, pada kuartal IV 2020 penyaluran program-program bantuan yang menjadi prioritas pemerintah, seperti banpres produktif, subsidi upah, dan Kartu Prakerja akan disalurkan secara maksimal sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi.