Gunakan Listrik PLN, PT. Bumi Raya Riteil Indonesia Optimis Tingkatkan Produktivitas

Foto/Humas PLN UIW Kalbar
Foto/Humas PLN UIW Kalbar

Siap menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Kalimantan Barat, PT. Bumi Raya Riteil Indonesia (BRRI) siap menikmati layanan premium PLN dengan daya 3.465 kVA. Penandatanganan nota kesepahaman kontrak jual beli tenaga listrik dilaksanakan di ruang Pembelajar, Kantor PLN Unit Induk Wilayah Kalbar, Jum'at (20/11).


Menurut Direktur Utama PT. BRRI, Tan Ying Mei, menggunakan listrik PLN untuk operasional mall tentunya akan sangat efektif dan efisien, apalagi dengan layanan premium silver, tentunya akan semakin andal.

"Kami merasa berterima kasih kepada PLN yang telah bersedia mensupport energi listrik ke lokasi bisnis yang sedang kami bangun, apalagi dengan layanan premium, pastinya keandalan pasokan listrik akan semakin andal," ungkap Tan Ying Mei.

Pusat perbelanjaan modern yang berlokasi di Jalan Ayani (satu lokasi dengan Transmart) ini direncanakan akan menikmati listrik PLN pada bulan Desember mendatang. Lokasi yang strategis dengan design bangunan yang super modern, siap memanjakan warga Kalbar yang ingin berekreasi sambil berbelanja aneka produk olahan sandang dan pangan.

Sementara itu, Senior Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Kalbar, Samuji, mengapresiasi  PT. BRRI yang  masih bisa survive bahkan tumbuh dan berkembang dimasa pandemi, terbukti dengan pengembangan Mall Gaia yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Samuji menegaskan, PLN memahami kebutuhan serta kesulitan pelanggan dimasa pandemi ini dengan memberikan stimulus Covid-19 kepada pelanggan  tarif Bisnis, Industri dan Sosial berupa peniadaan energi minimum (jam nyala minimum) sampai dengan Desember 2020. Sehingga  tagihan rekening listrik sesuai dengan riil  pemakaian pelanggan setiap bulan. 

"Kami siap mendukung dan mensukseskan bisnis PT. Bumi Raya Riteil Indonesia. Saya berharap dengan dibukanya Mall Gaia nanti akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru atau _Growth Pole_ di Kalbar, khususnya di Kota Pontianak dan Kubu Raya, serta memberikan _multiplier efect_ yang berdampak pada perekonomian di Bumi Khatulistiwa ini," pungkas Samuji.