Airlangga: GeNose Sangat Membantu Kebijakan PPKM Mikro

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Alat pendeteksi Covid-19 buatan dalam negeri, GeNose diyakini sangat membantu dalam pemerintah menjalankan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.


Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, adanya aktivitas yang massal seperti pembukaan sekolah perlu ada mekanisme screening yang sifatnya harian. Untuk keperluan itu, keberadaan GeNose dinilai sangat membantu.

Hal itu disampaikan Airlangga saat menerima alat pendeteksi Covid-19 produksi UGM, GeNose dari Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro, Senin (22/3). Penyerahan dilakukan di Lobby Loka Kretagama, Lt. 3 Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat.

 “Alat ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatile organic compound dari hasil metabolic virus Covid di dalam tubuh melalui hembusan nafas. Alat ini telah menjalani uji klinis di 10 rumah sakit di Indonesia dan telah memperoleh izin edar dari Kementerian Kesehatan,” kata Airlangga, yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi nasional (KPCPEN).

Ditambahkan Airlangga, dengan menggunakan GeNose, deteksi dini Covid-19 tidak memakan waktu lama lantaran masyarakat hanya perlu meniup alatnya saja dan langsung keluar hasil pendeteksiannya.

"Dengan GeNose akan lebih praktis karena hanya tinggal meniup alat yang nanti akan di-detect dengan GeNose. Tentunya akan digunakan di berbagai tempat atau stasiun yang dibutuhkan dengan mobilitas tinggi,” katanya.

Selain di sekolah, GeNose akan disebar ke sejumlah fasilitas umum, seperti stasiun, terminal, dan juga bandara. Hal ini bertujuan untuk melakukan pendeteksian dini Covid-19.

"Kemarin PT KAI menetepkan tarif Rp 30 ribu, lebih murah dibandingkan yang lain. Tentu GeNose ini produksinya bisa ditingkatkan yang tadinya 3 ribu perbulan akan bisa ditingkatkan ke 10 ribu sampai 15 ribu di bulan Juni-Juli mendatang,” katanya.