Amankan Pasokan Listrik Selama Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, PLN Kalbar Siagakan 1.453 Petugas Layanan Teknik

Foto/Humas PLN UIW Kalbar
Foto/Humas PLN UIW Kalbar

Dalam rangka mengamankan keandalan pasokan listrik selama Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, PLN Kalbar mensiagakan 1.453 Petugas Teknik yang _stand by_ selama 24 jam di 29 posko siaga dan 110 lokasi prioritas tempat-tempat ibadah umat Muslim.


"Upaya ini kami lakukan untuk menjaga kekhusyukan ibadah saudara-saudara kita saat Ramadhan serta perayaan Idul Fitri 1442 H," ungkap Ari Dartomo, General Manager PLN Kalbar, dalam kegiatan Temu Wartawan yang dilaksanakan di hotel Golden Tulip Pontianak,"  Minggu (11/4).

Untuk menunjang pekerjaan petugas diseluruh unit-unit layanan, PLN Kalbar juga telah mensiagakan 54 unit kendaraan roda empat, 206 unit kendaraan roda dua, masing-masing 1 unit mobil _crane_ dan truk, 26 unit genset, 17 unit gardu bergerak, dan 1 UPS yang siap bergerak dengan cepat jika sewaktu-waktu diperlukan. 

Sementara untuk mendukung proses pendistribusian energi listrik, PLN UP2D Kalbar juga telah membentuk 1 posko siaga dengan mengerahkan masing-masing 12 orang petugas _Dispatcher_ dan petugas siaga PLN.

Saat ini kondisi sistem kelistrikan di Kalbar baik yang _isolated_ maupun sistem interkoneksi Khatulistiwa dalam kondisi yang sangat kondusif, dimana total daya mampu pembangkit sebesar 655,66 MW, sementara beban puncak tertinggi sebesar 460,601 MW. 

Diakuinya, upaya preventif untuk menekan potensi gangguan listrik telah dilakukan oleh seluruh unit-unit layanan jauh sebelum Ramadhan.  Kegiatan yang dilakukan antara lain ; Melakukan pemeliharaan dan perawatan mesin pembangkit, melaksanakan pemangkasan pohon diseluruh unit layanan dengan tingkat gangguan yang cukup tinggi, serta melaksanakan gelar pasukan dan peralatan untuk memastikan kesiapan petugas dalam mengamankan keandalan pasokan listrik.

"Kami berharap partisipasi masyarakat secara bersama-sama dalam menjaga keandalan pasokan listrik demi menjaga kekhusyukan kita dalam beribadah, terutama untuk tidak bermain layang-layang dengan menggunakan tali kawat, karena dapat menyebabkan gangguan listrik, sehingga upaya yang telah kami lakukan akan menjadi sia-sia," pungkas Ari.