Apel Hari Kebangkitan Nasional, LAKI Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif Dalam Pembangunan Tampa Korupsi

Foto/RMOLKalbar
Foto/RMOLKalbar

Dewan Pimpinan Daerah Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan apel dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, di halaman Hotel Gardenia Kubu Raya, Kamis (19/5).


Turut hadir, Sekda Kubu Raya Yusran Anizam, Kasubdit Tipikor Kompol Aris Suwanto S.I.K, M.H bersama Kompol Kusnadi S.H., Letkol Laut Musa (Lantamal Pontianak ), Mayor Taufan (Lanud Supadio Pontianak), FKPPI Kalbar, Pemuda Pancasila, Pengurus IKM, Pengurus FKOB, Pengurus DPD LAKI Kalbar dan DPC LAKI se-Kalimantan Barat

Dalam sambutan Ketua Umum DPP LAKI Indonesia, Burhanuddin Abdullah SH, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran pengawasan dan pencegahan tindak pidana korupsi menuju Indonesia bebas korupsi, membantu pemerintah, TNI, dan penegak hukum dalam melaksanakan kegiatan penegakan hukum sosial kemasyarakatan dan ketahanan nasional," jelasnya

Burhanuddin, mengajak masyarakat berfartisipasi aktif dalam mewujudkan pembangunan yang kondusif tanpa korupsi, sebagai aktor motivator semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI melawan korupsi, dan mendorong semua pihak untuk bersama-sama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Inspektur upacara wakajati, Purwanto Joko Irianto S.H,.M.H,. menyampaikan, kebangkitan Indonesia melawan korupsi diselenggarakan oleh DPP Laskar anti korupsi Indonesia kami menyambut baik mengingat perbuatan korupsi merupakan salah satu kejahatan yang serius maka dampak dari tindak pidana korupsi bukan hanya mengganggu sistem perekonomian tetapi juga mengganggu pembangunan yang berkelanjutan dalam suatu pemerintahan," jelasnya

Purwanto menambahkan, korupsi dapat merusak seluruh tatanan kehidupan masyarakat, tindak pidana korupsi termasuk dalam kategori Extra Ordinary Crime yang penanganannya juga harus dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa atau extra Ordinary mixer sehingga pencegahan dan penegakan hukumnya harus diatasi melalui berbagai pendekatan baik dari aspek normatif, yuridis, dan sosiologis yang dapat memberikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.

Selanjutnya, keberhasilan pemberantasan korupsi itu diukur dari banyaknya perkara yang ditangani Kejaksaan, KPK atau kepolisian. 

"Perbuatan korupsi itu sebenarnya bertolak dari segumpal daging yang ada dalam diri kita masing-masing yaitu hati, kemauan, atau niat dari hatilah yang akan dilaksanakan oleh otak atau akal dengan anggota tubuh seseorang,"pungkasnya.