Bangun Ekosistem Ekonomi, Erick Thohir Terapkan Filosofi Minum Kopi

Menteri BUMN, Erick Thohir/Ist
Menteri BUMN, Erick Thohir/Ist

Menteri BUMN, Erick Thohir mengupayakan pembangunan ekosistem ekonomi Indonesia dengan menerapkan filosofi ‘minum kopi’. Ia menjelaskan dalam filosofi ini semua potensi yang dimiliki negara dan bangsa disatukan untuk menciptakan harmoni rasa untuk dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.


“Kita harus mulai dengan sistem kelola semua potensi seperti Sumber Daya Alam (SDA) itu seperti filosofi 'minum kopi'. Semua bahan dipadu, diaduk hingga merata sampai mencapai hasil dan rasa nikmat ketika dicicipi," ujar Erick dalam acara ‘Temu Ramah dengan Warga Sumatera Utara’, di auditorium GBI Rumah Persembahan, Medan, Minggu (9/1).

Dengan filosofi 'minum kopi' itu juga, Erick percaya semua sumber kekuatan ekonomi atau potensi bisnis Indonesia yang kaya akan komoditi SDA, harus diolah sebagai adukan (pekerjaan) oleh para pekerja atau SDM. Dengan campuran bahan-bahan seperti gula dan air panas selaku bahan baku pada wadah gelas, sebagai objek investasi yang pasti akan menghasilkan produksi ekonomi, yaitu 'kopi' nikmat.

“Artinya di sini, kopi yang terbuat dari adukan merata merupakan wujud pemerataan hasil yang akan menyejahterakan masyarakat,” kata mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, Erick mengatakan kementerian BUMN tengah mengupayakan membangun ekosistem ekonomi tersebut. Di mana ekosistem ini dibangun melalui berbagai aspek untuk mendukung iklim ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

Mulai dari menguatkan hilirisasi industri SDA untuk membuat kesempatan ekonomi baru bagi Indonesia dan meningkatkan kompetensi SDM yang melek teknologi serta  berdaya saing global. Hilirisasi SDA bertujuan agar Indonesia tidak lagi menjadi negara pengekspor bahan mentah mineral, namun produk yang memiliki nilai tambah sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi. Seperti hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), yang merupakan produksi turunan dari batu bara melalui proses gasifikasi, serta methanol dan nikel menjadi baterai listrik.

Sementara itu program-program dan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM, diwujudkan Erick sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)  BUMN yang bergerak di bidang pendidikan, seperti Program Santri Magang, program bantuan pendidikan berkolaborasi bersama Polri, program magang untuk mahasiswa di dalam dan luar Negeri serta Gerakan Akselerasi Generasi Digital yang bekerja sama dengan Mendikbud dan Narasi.

Dengan demikian, Indonesia sebagai bangsa yang besar dan dapat membangun negara sendiri melalui potensi dalam negeri dapat terwujud menjadi ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang.

"Perbaikan dan peningkatan ekonomi nasional kita sudah saatnya berbasis ekosistem yang mencakup potensi bisnis di daerah, kesiapan tenaga dan lapangan kerja, hasil karya atau produksi dan lainnya, agar semua potensi dan sumber daya alam (SDA) Indonesia kita menjadi sumber ekonomi dan kesejahteraan rakyat di negeri sendiri. Bukan semata untuk kepentingan investor atau negara luar,” pungkas Erick.