Bea Cukai Kalbar Berhasil Gagalkan 207 Ton Rotan Ilegal

Foto/RMOLKalbar
Foto/RMOLKalbar

Tim Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil gagagalkan upaya penyeludupan ekspor rotan mentah seberat 207 ton, pada selasa 16 November di perairan Utara Pulau Subi kepulauan Natuna. 


Berdasarkan pres rilis humas Kanwil DJBC Kalbagbar Ferdinand Ginting mengatakan,  rotan mentah yang diangkut kapal KLM Musfita dibawa menuju Malaysia melewati perairan Mempawah, Rabu (1/12).

"Kapal KLM Musfita berhasil di hentikan kapal patroli bea dan Cukai BC 30004 yang sedang melakukan patroli rutin di perairan perbatasan Indonesia Malaysia," ucap Ginting.

Ginting, rotan mentah merupakan barang di larang ekspor bidang kehutanan sesuai dengan peraturan Menteri perdagangan RI Nomor 18 Tahun 2021 tentang barang dilarang ekspor dan barang dilarang infor yang sering diselundupkan dengan modus antar pulau. 

Ia menambahkan, saat ini KLM Musfita beserta muatan rotan dan seluruh awak kapal dibawa ke kantor wilayah Bea dan Cukai Kalbar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut atas dugaan tindak pidana Kepabeanan di bidang ekspor sesuai pasal 102A huruf (a) pasal 102A huruf (e) undang-undang nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun denda paling sedikit Rp. 50.000.000 (Lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah). 

"Bea dan Cukai, Polisi, TNI Angkatan Laut berkomitmen melakukan pengawasan perairan Indonesia untuk melindungi masyarakat dari penyeludupan dan perdagangan ilegal dan mengamankan hak-hak negara, pengawasan bersama pelayaran dan perdagangan antar pulau," tutup Ginting.