Bupati: Berikan Peluang Bagi penyandang Disabilitas

Foto/Prokopim
Foto/Prokopim

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyerahkan secara simbolis Bantuan Alat Bantu Penyandang Disabilitas, Senin (6/9), di halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya. 


Bantuan yang diserahkan berupa kaki palsu, kursi roda dan tongkat tunanetra. Kegiatan tersebut dalam rangka Kegiatan Bimbingan Teknis Bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Keluarga Orang Dengan Kecacatan (ODK) Tahun 2021. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat Golda M. Purba. 

Muda mengatakan, pemerintah kabupaten melalui Dinas Sosial berusaha mendata disabilitas dan disampaikan ke Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat,  sebagai upaya untuk memenuhi aspirasi dari masyarakat. 

“Adanya pendataan ini, untuk melayani dan memberikan peluang bagi penyandang disabilitas, terutama untuk menghargai hak-hak mereka sebagai warga negara dan warga masyarakat. Baik cacat lahir maupun cacat karena kecelakaan,” kata Bupati. 

Bupati Muda menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan terkait penyandang disabilitas melalui program geospasial. Sehingga semua bisa terdata by name, by address dan identitas by koordinat, letak rumah, posisi dan lain sebagainya.  

“Termasuk untuk menerima program bantuan sosial dan perlindungann sosial. Terutama  program pemberdayaan, terkait dengan upaya-upaya untuk memperkuat SDM,” katanya. 

Dia menambahkan, melihat prestasi dan kecerdasan-kecerdasan baik dibidang olah raga, seni dan bidang lain, meskipun terbatas, tetapi sudah menunjukan peluang dan hak yang sama untuk mengapresiasikan diri dan berprestasi, menunjukkan bakti untuk negeri. 

Muda menambahkan, Indonesia inklusif berarti disabilitas dapat mengakses pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, mendapatkan nutrisi, perlindungan sosial, dan terpenuhi hak-hak lainnya, sehingga disabilitas dapat mandiri, menjadi SDM yang unggul, bahkan bisa berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan negara.

“Mudah-mudahan pembangunan inklusi disabilitas mampu mendorong upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, tidak mengecualikan siapapun yang termarjinalkan,” harap Muda. 

Oleh karena itu, lanjut Muda, Kabupaten Kubu Raya terus mengembangkan sistem data yang bersistem geospasial, sehingga dapat lebih cepat mendeteksi titik-titik dengan program kepong bakol, semuanya bergerak untuk memperkuat komunitas disabilitas. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat, Dinas Sosial Provinsi Kalimanan Barat, rekan-rekan yang memperjuangkan aspirasinya di DPRD Provinsi kalbar, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya yang telah menyuguhkan data,” ucap Muda. 

Tak hanya itu, Muda menambahkan, nantinya data akan diperkuat melalui pendampingan-pendampingan di lapangan, baik pendampingan program PKH (Program Keluarga Harapan), skema bantuan sosial, dan nakes-nakes (tenaga kesehatan). 

“Sistem data penting supaya semuanya terarah, semua bisa diberdayakan sesuai potensinya. Semoga apa yang disalurkan akan berdampak manfaat, sebagai upaya agar semua bisa produktif, sehingga memberikan kebahagiaan,” harapannya.