Bupati Muda: Kita Bukan Bangsa Pecundang

Foto/Prokopim
Foto/Prokopim

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengungkapkan adanya sejumlah tantangan yang menghadang bangsa Indonesia. Mulai dari pemanasan global; krisis pangan, energi, dan air bersih; pandemi Covid-19; hingga kelangkaan sumber daya manusia. Menyikapi hal itu, diperlukan kesiapan yang sungguh-sungguh untuk dapat menaklukkan berbagai ancaman tersebut. 


“Kita mempunyai semua modal dasar untuk menjadi bangsa pemenang. Marilah kita bergerak bersama dan maju bersama dengan tekad untuk menang,” ajak Bupati Muda saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (10/11).

Lebih rinci Muda mengungkapkan pentingnya kesinambungan pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Termasuk melakukan pengembangan sumber pangan berbasiskan potensi dan kearifan lokal.

“Ini sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pangan dan memperkuat keragaman pangan,” ujarnya. 

Begitu pula dengan krisis air bersih, Muda menyatakan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara bijak. Hal itu guna menjamin keamanan dan ketahanan sumber daya tersebut. Demi menopang keberlangsungan hidup dan kehidupan generasi kini dan selanjutnya.

“Tidak mudah tapi pasti bisa. Para pahlawan kita telah memberikan teladannya. Kita warisi dan ikuti sehingga jejak kemenangan niscaya akan berada dalam genggaman,” ajaknya.

Muda menegaskan Indonesia bukan bangsa pecundang. Indonesia, kata dia, tidak akan bersimpuh dan menyerah kalah. 

“Sebesar apapun tantangan akan kita hadapi dengan tangan mengepal dan dada menggelora,” tegasnya.

Muda menuturkan saat ini semangat untuk bangkit semakin menyala. Masyarakat di manapun terus menunjukkan gairah untuk memberantas kebodohan dan kemiskinan. Hal itu ditunjukkan dengan fakta masyarakat yang mulai meningkatkan pengetahuan, melatih keterampilan, hingga budi daya dan pengelolaan hasil bumi. 

“”Inilah tantangan sesungguhnya bagi para pejuang muda untuk mengelola kekayaan alam Indonesia yang luar biasa bagi kejayaan bangsa dan negara tercinta,” ajaknya. 

Lebih jauh Muda mengajak untuk menjadikan peringatan hari Pahlawan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Juga momentum untuk saling menghargai satu sama lain. 

“Mengisi kemerdekaan dengan menjadi pahlawan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jadikan semangat kepahlawanan sebagai inspirasi dalam setiap langkah hidup dan kehidupan kita bersama," imbuhnya

Salah satu legiun veteran Kubu Raya, Mattalim, menyebut pentingnya peringatan Hari pahlawan. Sebab menurutnya momentum tersebut merupakan sejarah cikal bakal Indonesia merdeka. Mattalim menyayangkan kondisi saat ini di mana pelajaran sejarah perjuangan bangsa sudah tidak diajarkan lagi di sekolah. 

“Makanya sekarang ini banyak generasi muda yang tidak mengetahui sejarah. Padahal pesan dari pendiri republik ini yaitu Bung Karno jangan melupakan sejarah,” ujar kes pejuang kemerdekaan berusia 86 tahun ini. 

Mattalim menyebut bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Karena itu, dirinya berpesan kepada generasi muda agar selalu berusaha mempelajari sejarah.

“Pesan kami kepada generasi muda, kenalilah sejarah. Karena kalau tidak kenal sejarah, maka tidak tahu bagaimana kisah perjuangan itu,” ucapnya.