Demi Percepatan Vaksinasi, Indonesia Jajaki Kerjasama Dengan ICRC

Menko Airlangga dan Delegasi ICRC Benoit Chavaz./Repro
Menko Airlangga dan Delegasi ICRC Benoit Chavaz./Repro

Pemerintah Indonesia menjajaki kerjasama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dalam upaya percepatan vaksinasi di wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar) Indonesia.

“Kami melihat ada potensi program yang dapat dikerjasamakan dengan ICRC untuk melaksanakan program vaksinasi di wilayah 3T Indonesia,” ujar Menteri Koordinasi bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (2/5).

Rencana kerjasama ini mengemuka saat Airlangga menerima audiensi delegasi ICRC yang dipimpin Benoit Chavaz, Jumat (30/4).  Dalam pertemuan itu, Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu didampingi Sekretaris KPCPEN, Raden Pardede dan Deputi Kerjasama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman.

Dalam audiensi itu, Benoit memaparkan program yang diinisiasi ICRC di sejumlah negara dalam upaya mendukung proses vaksinasi. ICRC menawarkan bantuan logistik berupa pengiriman ke beberapa wilayah.

Merespon itu, Airlangga mengatakan, pemerintah selalu terbuka dalam kerja sama dengan berbagai pihak demi program percepatan vaksinasi demi tercapainya herd immunity sehingga Indonesia bisa segera keluar dari pandemi.  Salah satu contohnya, program vaksinasi  Gotong Royong yang menggandeng pihak swasta.

Dalam pertemuan itu disepakati, bentuk konkrit kerjasama tersebut, akan didiskusikan lebih lanjut dengan kantor pusat ICRC di Jenewa. Rencana ini nantinya akan dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan.

Sekedar informasi, selama pandemi Covid-19, ICRC telah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenhukham dalam mendistribusikan perangkat kebersihan dan pelindungan ke lembaga-lembaga pemasyarakatan, rumah sakit rujukan Covid-19, relawan, dan pesantren.