Kembali Menanjak, Inovasi CMS Non Tunai Kubu Raya Raih Top 45 Layanan Publik Terpuji 2021

Foto/Prokopim
Foto/Prokopim

Inovasi Cash Management System (CMS) transaksi keuangan desa non tunai yang diterapkan semua (118) desa di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) sejak tahun 2020  berhasil meraih predikat Top 45 Inovasi Layanan Publik pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2021.


"Kompetisi ini bukanlah tujuan akhir inovasi, KIPP hanyalah salah satu sarana menjaring, mendokumentasikan, dan mempromosikan inovasi serta memotivasi penyelenggara pelayanan publik," ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB, Diah Natalie's melalui virtual, Selasa (9/11).

Pada kesempatan ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kepada Top Inovasi pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2021 secara virtual. Terpilih 55 inovasi terbaik yang terdiri atas 45 Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021, Top 5 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021, dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2021.

Hasil dari KIPP ini nantinya akan dilombakan di tingkat internasional, yakni United Nations Public Service Awards (UNPSA) yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sementara bagi pemerintah daerah yang inovasinya masuk menjadi Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji, akan mendapat hadiah berupa Dana Insentif Daerah (DID).

Inovasi CMS Non Tunai berhasil membawa kabupaten termuda di Kalbar itu lolos seleksi dari 1.619 proposal inovasi pelayanan publik dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah, menjadi Finalis Top 45 Inovasi Layanan Publik.

Sebelumnya pada Top 99 inovasi layanan publik pada bulan Juli lalu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mempresentasikan aplikasi CMS Non Tunai Desa di hadapan Tim Panel Independen (TPI), sehingga membuahkan hasil dan terpilih menjadi Top 45 inovasi layanan publik terpuji 2021.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, inovasi ini dimulai pelaksanaannya pada awal tahun 2019 di 28 desa pelopor, dan pada tahun 2020 telah dilaksanakan oleh seluruh desa se- Kabupaten Kubu Raya (118 Desa). Langkah awal dilakukannya inovasi ini melalui penetapan regulasi oleh Bupati Kubu Raya melalui Peraturan Bupati Kubu Raya Nomor 27 Tahun 2019 tentang Sistem dan Prosedur Pelaksanaan Transaksi Non Tunai pada Pengelolaan Keuangan Desa.

"Dilanjutkan dengan kerjasama pengembangan aplikasi oleh Bank Kalbar Cabang Kubu Raya, penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalbar serta antara Pemerintah Desa dan Bank Kalbar Cabang Kubu Raya, dan dilanjutkan dengan upaya pelatihan intensif kepada Pemerintah Desa oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kubu Raya,” kata Muda Mahendrawan usai pengumuman Top 45 Inovasi Layanan Publik bersama MenPAN RB Tjahjo Kumolo secara virtual di ruang rapat bupati.

Bupati menjelaskan, dampak diterapkannya inovasi CMS Desa ini sangat berdampak dalam perbaikan tata kelola keuangan desa yang dibuktikan dengan beberapa Indikator diantaranya, percepatan pelaksanaan penyaluran anggaran desa melalui Anggran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) baik dari sumber dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Pajak (BHP), Bagi Hasil Retribusi Daerah (BHRD) yang bersumber dari Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten.

“Alhamdulillah, selama diterapkannya CMS Non Tunai selama tiga tahun terakhir, belum ada Kepala Desa kita yang menyimpang dalam mengelola keuangan desa. Bahkan dengan CMS Non Tunai ini semua desa bisa mempercepat penyusunan dokumen perencanaan penganggaran desa dan penurunan angka kasus penyalahgunaan keuangan desa karena inovasi CMS desa ini sudah nyata dampaknya bagi desa-desa di Kubu Raya dan merupakan perubahan besar dalam menata ulang desa sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan bisa efektif dan cepat dalam penyalurannya," tutup Bupati.