Ketua Umum Koprabuh: Ekspor Keratom Tidak Masalah

Foto/RMOLKalbar
Foto/RMOLKalbar

Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) menggelar Simposium dengan tama "Keratom Sustainability" di Hotel Golden Tulip Pontianak, Jum'at (12/8).


Kegiatan ini turut hadir, Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalbar Ir. Florentinus Anum, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Muhammad Munsif. 

Ketua Umum Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh), Yohanis Cia Nes Waleah menyatakan, perlu saya sampaikan kepada seluruh petani Kalimantan Barat bahwa sampai 27 Februari Tahun 2024 akan di adakan riset oleh BNN, hasil risetnya itu nanti dilarang atau tidak dilarang, jadi sekarang ini tidak dilarang," jelasnya.

Oleh sebab itu, kita tidak perlu dengan ketakutan, sebagai koperasi kita sudah melakukan ekspor atas nama koperasi, karena tidak dilarang berarti legal.

"Mari bersama-sama seluruh petani Kalimantan bersatu dalam koperasi mari kita tanam, panen kita jual tidak ada masalah," ajaknya.

Adanya bakteri campuran jadi daunnya itu tidak asli sehinga berbahaya, itu yang membuat dilarang, bukan dilarang kandungan keratom ada narkotika tidak ada larangan seperti itu. 

"Jangan kita terpaku kepada aturan yang belum jelas, kenapa saya bilang belum jelas, BNN mengatakan sampai 27 Februari 2024 berartikan belum jelas, baru jelas 27 Februari 2024," terang Yohanis.

Selanjutnya, pembeli-pembeli nakal dari Amerika mau beli dengan harga murah meraka datang membohongi petani, petani terpaksa kasih murah di campur, berbahaya lalu dikirim secara diam-diam karena takut akhirnya menjadi masalah. 

"Tadi meraka katakan apabila kandungannya bagus semua aman kita naikan harga tidak ada masalah, karena kita juga ada fasilitas untuk menghilangkan bakteri, dihilangkan dulu bakterinya di packing baru berangkat," pungkasnya.