Kubu Raya Tuan Rumah Festival Literasi Indonesia 2022

Foto/Prokopim
Foto/Prokopim

Kabupaten Kubu Raya menjadi tuan rumah Festival Literasi Indonesia Tahun 2022. Festival ini dibuka secara langsung oleh Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Hall Qubu Resort Kubu Raya, Kamis (29/9). 


Festival Literasi Indonesia merupakan bagian dari rangkaian kegiatan puncak Peringatan Hari Aksara Tingkat Nasional ke-57. Festival ini digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk bagaimana membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap peningkatan literasi masyarakat,” kata Kepala Kelompok Kerja Kemitraan Daerah dan Pemberdayaan Komunitas Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Cecep Suryana.

Cecep menambahkan festival literasi juga menjadi salah satu upaya dalam memberantas buta aksara. Ia mengungkapkan Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang terbilang padat angka buta aksaranya. 

“Dari 1,56 persen buta aksara di seluruh Indonesia, yang terpadat adalah Papua, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, dan beberapa kabupaten di Jawa tengah dan Jawa timur,” paparnya.

Cecep menuturkan Festival Literasi Indonesia ke-8 di Kabupaten Kubu Raya diikuti sebanyak 70 orang pegiat literasi dari seluruh Indonesia. 

“Ke-70 pegiat literasi ini mewakili minimal pengurus provinsi, pengurus Taman Bacaaan Masyarakat (TBM) tingkat provinsi dan pusat, serta unsur akademisi,” ungkapnya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyambut gembira dipilihnya Kubu Raya sebagai tuan rumah Festival Literasi Indonesia. Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum yang penting untuk dijadikan sebuah episentrum bersama. Sehingga semua pihak terkait bisa langsung memperkuat langkah-langkah di seluruh penjuru Kubu Raya.

“Selama ini di Kubu Raya telah ada gerakan-gerakan dan inisiatif-inisiatif terbaik dari berbagai forum komunitas yang ada, baik terkait literasi sosial, budaya, ekonomi, digital, dan sebagainya. Termasuk yang telah kita lakukan yakni Gerakan Membacakan hingga realisasi muatan lokal literasi gambut dan mangrove,” tuturnya. 

Muda berharap festival literasi dapat membangun sebuah ekosistem dengan memperkuat jejaring. Sehingga nantinya gerakan literasi bisa semakin massif di berbagai penjuru desa. 

“Karena literasi ini yang diharapkan adalah bagaimana supaya dampaknya itu bisa memperkuat mental dan karakter unggul dari anak-anak kita. Sehingga mereka punya kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, intuisi, dan kemampuan berpikir visioner,” ujarnya. 

Ia menambahkan, festival literasi juga menjadi forum untuk saling memperkuat gerakan literasi dari antarprovinsi. 

"Festival Literasi Indonesia berlangsung mulai 28 September hingga 1 Oktober 2022 di Hotel Dangau Kubu Raya. sejumlah kegiatan pada festival tersebut yakni sarasehan literasi, praktik kolaborasi, diskusi panel TBM gerakan literasi, pentas seni, bincang santai, workshop penulisan, peluncuran buku, dan diskusi praktik baik," pungkasnya.