Kucurkan Investasi Senilai Rp. 5,4 Milyar, PLN Nyalakan Listrik 2 Desa di Kabupaten Sambas

Foto/Humas PLN UIW Kalbar
Foto/Humas PLN UIW Kalbar

Ratusan rumah warga di Desa Madak dan Balai Gemuruh, Kelurahan Subah Kabupaten Sambas, kini tidak menggunakan mesin genset lagi, pasalnya PLN akan segera melistriki rumah warga dikedua desa tersebut. Proses pekerjaan dan _energizer_ jaringan yang dibangun telah diselesaikan pada bulan September lalu, Jum'at (12/11).


Menurut General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, untuk melistriki Desa Madak dan Desa Balai Gemuruh, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 16,23 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 8,2 kms, gardu distribusi sebanyak 4 buah dengan total kapasitas sebesar 300 kVA. 

Diakuinya, untuk seluruh pekerjaan pembangunan dan perluasan infrastruktur kelistrikan dikedua desa tersebut, pihaknya telah mengucurkan anggaran investasi sebesar Rp. 5,4 Milyar rupiah.

"Melistriki seluruh desa di Kalimantan Barat merupakan komitmen utama kami, agar semakin banyak masyarakat di pedesaan dapat segera menikmati listrik, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," tegas Ari.

Upaya tersebut tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga pembangunan listrik di pedesaan dilakukan secara bertahap.

Sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada pelanggan, tim sosialisasi PLN UP3 Singkawang dan ULP Sambas telah melakukan sosialisasi kelistrikan di Dusun Prajo, Desa Madak Kelurahan Subah. Sosialisasi yang diikuti oleh warga Dusun Prajo Desa Madak, serta perwakilan warga Desa Balai Gemuruh ini juga juga dihadiri oleh Lembaga Inspeksi Teknik (LIT), asosiasi ketenagalistrikan dan Kepala Desa Madak.

Manager PLN UP3 Singkawang, Ahmad Meidiansyah, menyampaikan bahwa sosialisasi kelistrikan ini merupakan agenda rutin sebelum listrik beroperasi yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait layanan kelistrikan, baik dari sisi PLN maupun lembaga dan asosiasi terkait lainnya.

“Melalui kegiatan sosialisasi, kami berharap ketika listrik sudah beroperasi, warga sudah memahami proses layanan PLN, mulai dari pasang baru, tambah daya, isi token, hingga keselamatan ketenagalistrikan. Sehingga tidak ada praktek calo yang merugikan warga,” imbuh Meidiansyah.

Sementara itu, Kepala Desa Madak, Nelson, sangat berterima kasih atas upaya yang dilakukan PLN sehingga warganya dapat segera menikmati listrik. Pihaknya pun menghimbau agar warga dapat menggunakan listrik dengan bijak dan aman, serta ikut menjaga jaringan listrik disekitar tempat tinggal masing-masing.

Midin (50), warga Dusun Prajo juga mengaku bersyukur dengan masuknya listrik PLN. Menurutnya, dengan menggunakan listrik PLN, dirinya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk mengoperasikan genset yang hanya bisa dinikmati dari pukul 18.00 – 22.00 WIB setiap harinya.

“Sebelumnya untuk menghidupkan mesin genset, kami harus mengeluarkan biaya sekitar Rp. 800 ribu setiap bulannya, belum termasuk biaya pemeliharaannya. Kalau listrik PLN sudah masuk dan bisa dipakai selama 24 jam, biaya yang kami keluarkan pun pastinya jauh lebih murah,” kata Midin bersemangat.