Pemkab Kubu Raya Kejar Target Nol AKI/AKB

Foto/Prokopim
Foto/Prokopim

Kasus Angka Kematian Ibu/Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) menjadi salah satu atensi prioritas Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.


Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam saat membuka Lokakarya Pemetaan Masalah Angka Kematian Ibu/Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Kubu Raya, Selasa (17/1) di Qubu Resort Kubu Raya. 

Yusran menyatakan pelayanan kesehatan adalah urusan wajib yang harus dijalankan pemerintah daerah. 

“Di Kubu Raya ini bupati sangat fokus dengan layanan kesehatan. Sejak awal pemerintah kabupaten telah mengatur strategi dan membuat kebijakan mendesentralisasikan pelayanan kesehatan sehingga tidak terpusat. Pelayanan dilakukan dengan sistem kejar bola yang semangatnya lebih progresif dan cepat,” tuturnya. 

Yusran mengungkapkan dari segi anggaran, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya setiap tahun selalu mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk sektor kesehatan. Jika undang-undang mengamanahkan minimal 10 persen untuk kesehatan, maka di Kubu Raya anggaran kesehatan mencapai belasan persen setiap tahunnya. Di tahun 2022 misalnya, anggaran kesehatan di Kubu Raya tercatat 12,18 persen. 

“Kita selalu mengalokasikan di atas dari amanah undang-undang. Ini baru dari APBD, belum lagi keterlibatan dari berbagai pihak lainnya,” ujarnya. 

Terkait AKI/AKB di Kubu Raya, Yusran menyebut jumlahnya terbilang kecil jika dibandingkan dengan angka kelahiran penduduk setiap tahunnya. Meski begitu, pemerintah kabupaten tidak berpuas diri karena target utama yang hendak dicapai adalah zero atau nihil AKI/AKB. 

“Apakah bisa zero? Insya Allah tentu bisa melalui upaya keras lebih maksimal lagi. Tentu harapan ini tidak mustahil. Walaupun persentasenya kecil, tetapi ini menjadi urusan yang wajib untuk kita tangani berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kasus yang ada meskipun kecil dituntut untuk ditangani secara maksimal,” ucapnya. 

Terkait hal itu, Yusran mengungkapkan pemerintah kabupaten telah membuat pemetaan permasalahan dan cara menanganinya. Di antaranya melalui sejumlah program pelayanan seperti program kejar bola SALJU Terpadu, pelayanan USG portable di Puskesmas, pelayanan Puskesmas dan RSUD gratis, pemantauan ibu hamil melalui aplikasi Sibunda, peningkatan kapasitas dan kompetensi bidan dan dokter Puskesmas, dan mekanisme pembiayaan.

“Selain itu Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kini telah memiliki simpul jaringan informasi geospasial yang menjadi suatu terobosan dalam upaya memetakan wilayah rawan kematian ibu dan bayi di tiap desa,” imbuhnya. 

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Kubu Raya Amini Maros mengatakan tujuan digelarnya lokakarya adalah untuk mengidentifikasi permasalahan AKI/AKB, merumuskan lokasi prioritas penurunan AKI/AKB, dan merumuskan strategi penurunan AKI/AKB di Kubu Raya. 

“Adapun output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya peta permasalahan dan tantangan implementasi AKI/AKB, terumuskannya lokasi prioritas penanganan AKI/AKB, dan tersusunnya strategi penurunan AKI/AKB,” terangnya.