Perihatin Dengan Kondisi Warga Korban Banjir, PLN Kalbar Kembali Salurkan Bantuan Paket Sembako

Foto/Humas PLN UIW Kalbar
Foto/Humas PLN UIW Kalbar

PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli kembali salurkan bantuan paket sembako kepada 530 rumah warga korban banjir yang tersebar di Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Sintang dengan total bantuan senilai Rp. 100 juta rupiah. 


Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Manager PLN UP3 Sanggau, Gurit Bagaskoro, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, sementara untuk daerah lainnya akan diserahkan kepada Kantor BPBD setempat, Selasa (9/11).

Menurut General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, bantuan  yang disalurkan oleh masing-masing unit layanan PLN melalui Kantor BPBD dengan rincian ; Kabupaten Sanggau sebanyak 150 paket,  Sekadau 100 paket, Melawi 130 paket, dan Sintang 150 paket.

"Kami merasa perihatin dengan kondisi warga yang terdampak banjir. Mereka harus berdiam diri di rumah, sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Melalui bantuan yang diberikan, kami berharap dapat sedikit meringankan beban hidup mereka," ungkap Ari.

Dikatakannya, bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian PLN terhadap lingkungan dan  masyarakat yang saat ini sedang menderita karena rumah mereka terendam banjir.

Sementara itu, hingga hari Selasa tanggal 9 Nopember pukul 20.00 WIB kondisi banjir dibeberapa kawasan masih cukup tinggi. Untuk mengantisipasi serta menjaga keselamatan jiwa warga dan petugas, PLN terpaksa menghentikan aliran listrik sementara.

Menurut Ari, saat ini masih ada 119 gardu distribusi yang dipadamkan, sementara sudah ada 120 gardu distribusi yang sudah dinyalakan. Untuk rumah warga yang masih padam ada sekitar 18.285 rumah, dan yang sudah dialiri listrik ada 11.668 rumah.

"Demi keselamatan bersama, kami terpaksa memutuskan aliran listrik untuk sementara. Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan bersabar. Kami akan segera menyalakan listrik kembali jika kondisi sudah benar-benar kondusif," pungkas Ari.

Supardi (48), warga Tanjung Sekayam Sanggau, merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan PLN. Menurutnya, tingginya debit air mengakibatkan banyak warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Alhamdulillah, bantuan sembako dari PLN sangat membantu kami yang harus tetap bertahan di rumah ditengah banjir yang melanda. Semoga seluruh karyawan PLN selalu berada dalam lindungan Allah Azza wa Jalla," kata Supardi.

Hal senada juga diungkap Mariah (52), warga Semuntai Sanggau. Wanita paruh baya yang tinggal bersama 2 orang cucunya ini mengaku kesulitan dalam mendapatkan bahan makan sejak terjadinya banjir.

"Terima kasih saya ucapkan kepada PLN yang telah peduli dan membantu meringankan beban hidup kami. Semoga menjadi ladang amal buat seluruh karyawan PLN," kata Mariah penuh haru.