Pertemuan Khusus Menlu ASEAN-India Akan Bahas Sejumlah Isu Kontemporer

Ilustrasi Pertemuan Khusus Menlu ASEAN-India/RMOL
Ilustrasi Pertemuan Khusus Menlu ASEAN-India/RMOL

Menter Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi sudah tiba di New Delhi, India pada Rabu (15/6) siang untuk menghadiri Pertemuan Khusus Menlu ASEAN-India.


Selama dua hari mulai Kamis hingga Jumat atau 16-17 Juni 2022 para Menlu negara-negara anggota ASEAN akan menghadiri dan membahas sejumlah isu di Gedung Sushma Swaraj Bhawan di Jalan Jose Rizal, Chanakyapuri, New Delhi..

Sekjen ASEAN, Dato Lim Jock Hoi, dan Dubes India untuk ASEAN, Jayant N. Khobragade yang berkantor di Jakarta, juga sudah tiba di New Delhi.

Bersamaan dengan Pertemuan Khusus Menlu ASEAN dan India, juga akan digelar Delhi Dialogue ke-12 yang membahas berbagai isu kontemporer, terutama pertumbuhan pasca pandemi Covid-19, perdagangan dan investasi, serta stabilitas kawasan dan dunia umumnya.

Special ASEAN-India Foreign Ministers’ Meeting (SAIFMM) atau Pertemuan Khusus Menlu ASEAN-India ini menandai 30 tahun hubungan ASEAN dan India yang dimulai tahun 1992 lalu, setahun setelah Perdana Menteri India ketika itu, PV Narasimha Rao, mengumumkan Look East Policy (Kebijakan Melihat Timur).

Secara umum, Look East Policy mendorong hubungan yang lebih substansial antara India dan negara-negara ASEAN, juga sebagai instrumen untuk mempertahankan posisi India sebagai regional power sekaligus untuk mengimbangi pengaruh Republik Rakyat China (RRC) yang mulai muncul setelah Perang Dingin berakhir.

Kekhawatiran India akan peningkatan pengaruh China komunis di ASEAN bukan tanpa alasan. Terlebih setelah di tahun 2003 negara-negara ASEAN menyepakati China-ASEAN Free Trade Agreement (CAFTA) yang berlaku sejak 2005. Perjanjian bebas dagang dengan ASEAN ini membuat China menjadi lebih leluasa memasuki kawasan dengan tema pelindung ekonomi dan perdagangan bebas.

Dalam ASEAN-India Commemorative Meeting di  bulan Desember 2012, hubungan ASEAN dan India ditingkatkan menjadi Strategic Partnership atau Kemitraan Khusus.

Sementara di bulan November 2014, Perdana Menteri Narindra Modi meningkatkan Look East Policy menjadi Act East Policy atau Kebijakan Bertindak ke Timur yang didasarkan pada empat pilar yaitu culture (kebudayaan), commerce (perdagangan), connectivity (keterhubungan), dan capacity building (pembangunan kapasitas).

Bersamaan dengan upgrading Look East Policy menjadi Act East Policy, Perdana Menteri Modi juga memperkenalkan visi Security for All and Growth for All di kawasan.