Resmikan Mobil PCR Sakura, Wali Kota Harap Bantu Percepatan Tes Swab

Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono/Prokopim
Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono/Prokopim

Satu unit mobil laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Klinik Sakura diresmikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Rabu (13/1).


Selain peresmian mobil PCR, Klinik Sakura juga menggelar swab gratis bagi 150 warga termasuk tenaga kesehatan (nakes).

"Harapan kita dengan adanya mobile PCR yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan sehingga hasil pemeriksaan mempunyai tingkat akurasi tinggi," ujarnya.

Keberadaan mobil PCR ini dinilainya bisa membantu percepatan dalam melakukan tes swab sehingga segera diketahui tingkat ketertularan Covid-19. "Apalagi hasil pemeriksaan tes swab bisa diketahui hanya dalam waktu tiga hingga empat jam," sebutnya.

Dirinya mengapresiasi keterlibatan swasta dalam mengendalikan penyebaran Covid-19, seperti yang dilakukan Klinik Sakura. Upaya ini sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan swasta bersama-sama dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Mulai dari tes PCR, rapid antigen dan perawatan di rumah sakit swasta diharapkan bisa menyediakan rawat inap, bahkan ICU untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menerangkan, mobil PCR yang diresmikan ini merupakan milik swasta. Keberadaan mobil PCR ini sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat yang menginginkan pemeriksaan secara privat.

"Tetapi pemerintah juga tetap melakukan pemeriksaan PCR," katanya.

Mobil PCR ini untuk menambah pelayanan khususnya tes swab bagi masyarakat. Apalagi pemerintah gencar melakukan tes swab sebanyak-banyaknya sehingga bisa mendeteksi siapa saja yang terkonfirmasi positif untuk dilakukan isolasi segera.

"Itu salah satu strategi bagaimana kita mengendalikan pandemi Covid-19," imbuh Sidiq.

dr Vina, penanggung jawab klinis hasil PCR Klinik Sakura menuturkan, mobil PCR yang dimiliki Klinik Sakura ini merupakan pertama di Kalbar yang dimiliki oleh swasta. Tujuannya untuk mendukung Pemerintah Kota Pontianak maupun Pemerintah Provinsi Kalbar dalam upaya testing Covid-19 secepatnya.

"Manfaatnya jika bisa dilakukan pendeteksian sejak dini, maka komplikasi berat dari penyakit Covid-19 bisa dicegah," ucapnya.

Oleh sebab itu, ia berharap semua pihak harus saling mendukung, baik dari tim laboratorium, dokter penanggung jawab pasien untuk terapi dan semua pihak yang terlibat. Menurutnya, peralatan yang ada pada mobil PCR sama dengan yang ada di laboratorium Sakura sehingga proses pemeriksaan bisa ditunggu, tergantung ada pengulangan atau tidak.

"Jika lancar kurang lebih tiga hingga empat jam hasil bisa diketahui," tutupnya.