Stimulus Listrik Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Foto/Humas PLN UIW Kalbar
Foto/Humas PLN UIW Kalbar

Untuk tetap mendukung ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19, Pemerintah perpanjang stimulus listrik sampai Juni 2021. Stimulus listrik tersebut sangat membantu masyarakat kurang mampu, seperti yang dirasakan Nuri Anwardin (26), warga Jalan H. Derahim Sekura, Kecamatan Teluk Keramat yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan toko. Kondisi toko yang sepi berdampak pada pendapatannya yang  jauh berkurang.


Nuri merasa bersyukur, dengan adanya stimulus listrik sejak April 2020, setidaknya dapat mengurangi pengeluaran rutin bulanan.

"Dulu kalau pesanan ramai, sering dapat tambahan penghasilan. Sekarang ekonomi masyarakat juga sulit, kondisi toko masih sepi, walaupun sudah lebih baik daripada kondisi awal pandemi. Stimulus listrik sangat membantu kami, warga yang kurang mampu," ungkap Nuri," Selasa (25/6).

Hal serupa juga dirasakan oleh Santi (38), ibu rumah tangga yang sehari-harinya berjualan kue di pasar Beringin, Singkawang. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN dan Pemerintah atas bantuan stimulus listrik yang kami terima sejak awal tahun lalu. Uang yang biasanya kami belikan token listrik dapat kami alihkan untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya," tutur Santi. 

Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang, Robin Septavyn, mengaku hingga Juni 2021 pihaknya telah menyalurkan stimulus listrik sebesar Rp. 9.009.969.055,- untuk 117.716 pelanggan, dengan rincian ; 89.543 pelanggan R1/450 VA, 27.256 pelanggan R1/900 VA, dan 917 pelanggan B1/450 VA.

Adapun perubahan skema besaran stimulus listrik periode April-Juni 2021 ditetapkan berdasarkan Surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yaitu: 

1. Pelanggan golongan rumah tangga, bisnis kecil dan industri kecil dengan daya 450 Volt Ampere, diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

2. Pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

3. Pembebasan biaya beban abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.

“Pada periode April sampai dengan Juni 2021 ini, pelanggan pasca bayar mendapatkan bantuan diskon 50% untuk daya 450 VA dan 25% untuk daya 900 VA, sedangkan untuk pelanggan pra bayar akan memperoleh token tambahan saat pembelian sesuai persentase tersebut,” ungkap Robin.

Robin juga mengatakan, bahwa untuk pelanggan yang mendapat stimulus sudah diakomodir melalui aplikasi PLN Mobile, termasuk membeli voucer. Bagi pelanggan paska bayar yang ingin membayar rekening listrik secara otomatis sudah mendapat potongan di aplikasi PLN Mobile.