Waspada Dampak La Nina di Kalimantan Barat

Foto/RMOLKalbar
Foto/RMOLKalbar

Kenaikan curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada periode Desember 2021 hingga Maret 2022 secara umum diperkirakan sebesar 20-40%, dengan potensi kenaikan tertinggi berlangsung pada Desember 2021.


Demikian disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah, Luhur Tri Uji Prayitno, dalam acara temu media dengan tema “Diseminasi Potensi La Nina pada Musim Hujan 2021/2022” di Aula Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (24/11).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indeks Kondisi Dinamika Atmosfer (El Nino-Southern Oscillation/ENSO) pada November 2021 sebesar -1.07 yang menunjukan ENSO dalam kondisi prasyarat La Nina. Diperkirakan, fenomena ENSO La Nina Lemah hingga Moderat ini akan berlangsung hingga April, Mei, dan Juni 2022.

Sebagai informasi, La Nina adalah peristiwa mendinginnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah ekuator yang mengakibatkan bertambahnya curah hujan di wilayah Indonesia. Sementara El Nino adalah kebalikannya, yaitu memanas suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah ekuator sehingga wilayah Indonesia menjadi kering. 

Dengan demikian, La Nina yang berpotensi meningkatkan curah hujan akan berdampak pada munculnya genangan air maupun banjir, terutama di daerah-daerah yang sudah langganan banjir atau cukup rendah lokasinya dan resapan airnya sudah berkurang.

“Peran media sangat diperlukan untuk turut membantu diseminasi informasi potensi dampak La Nina dengan harapan pemerintah setempat dan masyarakat Kalimantan Barat dapat melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk menghadapi dampak kenaikan curah hujan, seperti genangan, banjir, hingga longsor,” kata Luhur.

Potensi Curah Hujan Hingga Maret 2022

Berdasarkan data BMKG, curah hujan saat periode La Nina pada Desember 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan sampai dengan 20% di mana untuk seluruh wilayah Sambas dan Bengkayang terjadi peningkatan sampai dengan lebih dari 40%. Sementara di Singkawang, Landak, Mempawah, Pontianak, Sanggau, Sintang, Kubu Raya, dan Kayong Utara hanya sebagian wilayahnya yang mengalami peningkatan sampai dengan lebih dari 40%.

La nina pada Januari 2022 diperkirakan tidak jauh berbeda. Data curah hujan pada awal tahun depan secara umum juga menunjukkan adanya kenaikan sampai dengan 20%, di mana untuk sebagian wilayah Sambas, Bengkayang, Singkawang, Landak, Mempawah, dan Pontianak peningkatannya mencapai lebih dari 40%.

Selanjutnya pada Februari 2022 juga secara umum menunjukkan adanya kenaikan curah hujan sampai dengan 20%, dengan wilayah yang mengalami peningkatan lebih dari 40% antara lain sebagian wilayah Sambas, Bengkayang, Singkawang, Sintang, Kapuas Hulu, dan Melawi.

Sedangkan pada saat periode La Nina Maret 2022, wilayah yang mengalami peningkatan curah hujan lebih dari 40% adalah sebagian wilayah Sambas, Bengkayang, Singkawang, Landak, Mempawah, Sekadau Sintang, Kayong Utara, Kubu Raya, dan Ketapang. Tetapi secara umum kenaikan curah hujan pada bulan Maret masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya, yaitu sebesar dengan 20%.